Bimbingan konseling memiliki banyak arti yang berasal dari pendapat-pendapat dari para ahli, berikut saya rangkumkan 30 pengertian Bimbingan Konseling dari para ahli tersebut:
1. Jones
(Insano, 2004 : 11) menyebutkan bahwa konseling merupakan suatu hubungan
profesional antara seorang konselor yang terlatih dengan klien. Hubungan ini
biasanya bersifat individual atau seorang-seorang, meskipun kadang-kadang
melibatkan lebih dari dua orang dan dirancang untuk membantu klien memahami dan
memperjelas pandangan terhadap ruang lingkup hidupnya, sehingga dapat membuat
pilihan yang bermakna bagi dirinya.
2. Menurut
Cavanagh, konseling merupakan “a relationship between a trained helper and a
person seeking help in which both the skills of the helper and the atmosphere
that he or she creates help people learn to relate with themselves and others
in more growth-producing ways.” [Hubungan antara seorang penolong yang terlatih
dan seseorang yang mencari pertolongan, di mana keterampilan si penolong dan
situasi yang diciptakan olehnya menolong orang untuk belajar berhubungan dengan
dirinya sendiri dan orang lain dengan terobosan-terobosan yang semakin
bertumbuh (growth-producing ways)]
3. Menurut
Pepinsky 7 Pepinsky ,dalanShertzer& Stone,1974, konseling
merupakaninteraksi yang(a)terjadi antara dua orang individu ,masing-masing
disebut konselor dan klien ;(b)terjadi dalam suasana yang profesional
(c)dilakukan dan dijaga sebagai alat untuk memudah kan perubahan-perubahan
dalam tingkah laku klien.
4. Menurut
Smith,dalamShertzer& Stone,1974 , konseling merupakan suatu proses dimana
konselor membantu konselor membuat interprestasi - interprestasitetang
fakta-fakta yang berhubungan dengnpilihan,rencana,atau penyesuaian-penyesuaian
yang perlu dibuat.
5. Menurut
Abu Ahmadi (1991: 1), bahwa bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada
individu (peserta didik) agar dengan potensi yang dimiliki mampu mengembangkan
diri secara optimal dengan jalan memahami diri, memahami lingkungan, mengatasi
hambatan guna menentukan rencana masa depan yang lebih baik.
6. Konseling
adalah hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap muka antarab dua orang
dalam mana konselor melalui hubungan itu dengan kemampuan-kemampuan khusus yang
dimilikinya, menyediakan situasi belajar. Dalam hal ini konseli dibantu untuk
memahami diri sendiri, keadaannya sekarang, dan kemungkinan keadaannya masa
depan yang dapat ia ciptakan dengan menggunakan potensi yang dimilikinya, demi
untuk kesejahteraan pribadi maupun masyarakat. Lebih lanjut konseli dapat
belajar bagaimana memecahkan masalah-masalah dan menemukan kebutuhan-kebutuhan
yang akan datang. (Tolbert, dalam Prayitno 2004 : 101).
7. Menurut
Mc. Daniel,1956 , konseling merupakan suatu pertemuan langsung dengan individu
yang ditujukan pada pemberian bantuan kepadanya untuk dapat menyesuaikan
dirinya secara lebih efektif dengan dirinya sendiri dan lingkungan.
8. Menurut
Berdnard&Fullmer ,1969, Konseling meliputi pemahaman dan hubungan individu untuk
mengungkapkan kebutuhan-kebutuhan,motivasi,dan potensi-potensi yang yang unik
dari individu dan membantu individu yang bersangkutan untuk mengapresiasikan
ketige hal tersebut.
9. Menurut
Miller (I. Djumhur dan Moh. Surya, 1975) mengartikan bimbingan sebagai proses
bantuan terhadap individu untuk mencapai pemahaman diri yang dibutuhkan untuk
melakukan penyesuaian diri secara maksimum di sekolah, keluarga dan masyarakat.
10. Menurut
United States Office of Education (Arifin, 2003), memberikan rumusan bimbingan
sebagai kegiatan yang terorganisir untuk memberikan bantuan secara sistematis
kepada peserta didik dalam membuat penyesuaian diri terhadap berbagai bentuk
problema yang dihadapinya, misalnya problema kependidikan, jabatan, kesehatan,
sosial dan pribadi. Dalam pelaksanaannya, bimbingan harus mengarahkan
kegiatannya agar peserta didik mengetahui tentang diri pribadinya sebagai
individu maupun sebagai anggota masyarakat.
